Dear X

konten 1
konten 2
konten 3
GEOGRAFI (3) cita-cita (1) (1)

Rabu, 12 September 2012

g30 bendera merah untuk bakmi

May I?
melihat seseorang dari keistimewaannya itu memang penting. Tetapi jangan lupakan bahwa ia adalah sebuah pribadi. Pribadi yang memiliki jiwa (halah, bahasa gw), ingin dipedulikan dan mempedulikan.
Seolah membeku dalam lika-liku tanpa warna wajah, saya tak berkutik dalam kemaknaan fana. Ah, UI --sungguh beruntung dirimu dikelilingi orang-orang hebat macam dia.... apakah saya memang pantas?
Memantaskan diri, bahwa sebenarnya saya memang pantas--tetapi aktualisasi belum berjalan optimal.
  Karena ketidakteraturan, melahirkan keberantakan dan kegagalan dari segala pihak. Seperti halnya kerusakan organ pencernaan yang bisa menjalar ke berbagai organ seperti hati dan jantung. Pada akhirnya tanpa keteraturan, lambat laun mematikan.

Pribadinya.........dibalik itu dia aliran Suni. Entah apa maksudnya. Ambisiusnya, entah apa memang keinginan sendiri apa ingin membuktikan diri, tapi apapun itu dia lebih berhasil. Jauh melampaui.

Bagaimana, dalam fisik lemah ini menjadi lebih mengungguli, atau setidaknya sejajar dengannya?
Dibalik geografis yang bertolakbelakang, pemikiran yang menakjubkan (dan kadang saya kaget--entah itu memang sengaja ia nadakan dengan sok tau karena termakan gengsi?); tapi yang pasti dengan kehati-hatian dan rileks, adalah tidak mungkin menjadi mungkin.

Semakin saya tak tahu konkretnya.
 Fana atau nyata-----tapi dia adalah pribadi yang perlu diperlakukan dengan ramah, menyenangkan. Apapun menyebalkannya dia, dia tetap seorang yang butuh perlakuan itu seperti sekelilingnya.

Disamping itu, saya baru sadar bahwa masih ada kepeduliannya pada sesama-----saya kira dia sudah membeku. Di sebuah bakmi Jaksel, menyadarkan bahwa ia tetaplah manusia.

Ya, kak, jika tidak kenapa harus susah2 melakukan semua ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

merci beaucoup~ :) your opinion's so valuable for me



Powered by mp3skull.com