Dear X

konten 1
konten 2
konten 3
GEOGRAFI (3) cita-cita (1) (1)

Selasa, 03 Juli 2012

something else

Jika beberapa hal boleh dibilang, sebenarnya gw justru sudah berpikir secara matang saat gw SMP. Gw memiiki berbagai pemikiran (berfilsafat) mengenai hidup. Saat TK gw pernah bertanya ke diri gw sendiri, "Gw itu siapa? Buat apa gw hidup? Dan untuk apa?"
Gw lebih pendiam dibanding temen-temen gw. Ya, karena gw tau gw berbeda dari mereka. Pemikiran kita tak sama. Mereka suka mengobrol mengenai orang lain. Sedangkan gw tidak suka bergosip. Gw membenci gosip, karena gw pernah menjadi korban.
Lantas mungkin karena itu gw agak terhambat. Memang tidak seharusnya gw menutup diri dari segala kemungkinan hubungan-hubungan orang lain. Bahwa sebenarnya memang benar setiap orang memiliki komunitas, dan komunitas satu dan komunitas lain sangat mungkin terkait. Jika semua saling terkait seperti rantai makanan, sebenarnya jaringan kita akan sangat luas.
Kenyataannya, gw tidak terlalu peduli, aneh. Padahal hal-hal seperti itulah yang kita butuhkan untuk menyenangkan hidup.


Kotak dadu pemikiran gw untuk hubungan terpotong mendadak. Gw bisa berteman, tapi tidak untuk mengenal lebih jauh. Aneh kan? Padahal lebih menyenangkan berteman dan sangat mengenal.. Gw kadang bingung mengungkapkan apa yang dipikiran gw, padahal gw sering melihat setiap permasalahan dari segala aspek.
Gw suka mengamati tingkah laku orang, tapi gw lupa bagaimana sikap mereka ke gw. Ya, gw gak terlalu peduli dekat-tidaknya kadang, gw menganggap universal. Lambat laun, ternyata kedekatan hubungan dengan orang memang gw butuhkan lebih dalam. 

Bosan dengan kegiatan, bosan dengan segala sesuatunya. Berteman adalah hal yang paling membahagiakan, saat berbicara, mengobrol, bergila, dan segalanya.



Pemikiran gw matang? dalam hal apa?

Gw tau apa yang baik dan apa yang tidak baik PERSISNYA. 

Saat SMP beberapa temen gw suka sama gw, tapi gw berpikiran jauh ke depan, gw mau serius nanti sekali aja pacaran baru langsung married.
Gw mengerjakan yang terbaik yang gw bisa. Gw memikirkan kelogisan dari tindakan, masalah, dan lainnya. Tapi apa benar g "matang" ?
Justru saat ada teman yang meminta nasehat gw, ternyata nasehat gw pernah sama dengan nasehat temen gw yang lain yang gw anggap paling bijaksana. 
Mungkin sisi "kematangan" gw adalah sikap bijaksana melihat suatu permasalahan?

Lantas untuk yang lain?

aku masih belum dewasa benar. Aku masih takut mengambil (lagi) resiko tentang itu. Sebuah novel  "Aku berani mencintai, dan aku mencintai dengan berani" (Donny Dirganthoro).
Seharusnya saat kita mencintai suatu hal, jangan setengah-setengah. Beranilah. Berani untuk melakukan hal untuk yang kita cintai. Cintailah cinta. 

Ada yang bilang, "Lebih baik kecewa karena cinta daripada tidak bisa merasakan apa yang namanya cinta" (Dondi, Agustus 2011)

Sebaiknya memang mengungkapkan "keberanian" tentang cinta itu. Pengalaman pahit mengajarkan segalanya.


Lalu, Sabtu depan, haruskah aku menghadapinya? Bertemu dengan mereka, untuk menyapu jejak tragis masa lalu? *lebai dot com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

merci beaucoup~ :) your opinion's so valuable for me



Powered by mp3skull.com