Dear X
Sabtu, 27 Mei 2017
Masalah Seksi tentang Air
Masalah seksi tentang krisis air negara ini sudah pada zaman 1988. Namun, sebenarnya di era Belanda pun krisis air bersih tak terbantahkan mana kala orang-orang belanda mendapatkan air bersih dari tanah, dan orang-orang pribumi malah mendapatkan air dari sungai. Ya, sungai itu mereka melakukan segala kegiatannya bercampur-baur. Mandi, mencuci, minum dll. Agak mengerikan ya?
Masalah air ini menjadi info yang seksi lagi manakala kamu-kamu semua baru sadar kalau hidup kamu-kamu ketergantungan dengan air kemasan. Semakin seksi lagi manakala kamu tahu saat air-air kemasan ini mengorbankan penduduk di sekitarnya untuk menyedot air, dan kemudian airnya didistribusikan ke kota dan dibeli oleh kamu.
Oh, kenapa kita ini tidak bergantung pada wilayah sendiri? Mandiri dengan sumberdaya air yang kita miliki?
Ya, aku lupa bahwa studi-studi menyalahkan kebutuhan air kian mendesak itu selalu dihubungkan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Tetapi tak pahamkah, bahwa jika kita pintar manajemennya (mengelolanya) tak ada masalah. Di luar negeri saja, seperti Eropa, dilakukan pembatasan penggunaan air untuk mandi dalam waktu sekian menit. Di Jepang, industri dilarang menggunakan air tanah untuk keperluan industri.
Sekarang, mari fokus kita ke air yang ada di sekitar kita. Jadi, kamu sekarang mandi dengan air pipa olahan sungai, atau air tanah? Bagaimana kualitasnya? Kamu tahu kan, sungai kita itu keruh dan menjijikkan.. Tapi apa kamu tahu itu semua karena limbah-limbah domestik ikut andil, juga kadang karena kontribusi dari perumahan kumuh, juga karena kontribusi dari industri--bisa jadi industri tidak terdaftar, industri rumahan, maupun industri besar yang kadang-kadang (ternyata) milik para pejabat.
Ah, mau sumberdaya saja jadi takut-takut gini, ya? Cari aman saja, minum air kemasan. Pake air tanah terus. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ini semua berlanjut.. Tidakkah kita tanya pada orang-orang yang mencemari air itu, apa bersedia bahu membahu membersihkan sungai dari pencemaran yang dibuat olehnya? Mana ada bapak pemilik industri yang rela nyebur ke sungai terus cidukin sampah-sampahnya..
"Peradaban suatu kota bisa kita lihat dari pengelolaannya terhadap daerah aliran sungainya".
Segala yang dilakukan pemerintah dan konsultan lebih suka pada assesment, tapi kurang memberikan solutif. Entah kenapa? Memang tiap orang pasti JIJIK kalo disuruh bersihin sungai. Udah bau, kotor, bikin gatel lagi! Mendingan bayar orang aja deh..
Secara gak langsung kita itu sudah diguritai oleh "kemanjaan" terhadap air tanah dan air kemasan. Air kemasan, yang berarti, kita suka pada privatisasi air. Privatisasi air yang berarti, kita setuju bahwa tanah-tanah dengan pegunungan sana dari airnya berasal dari aliran sungai, menjadi sawah tadah hujan... implikasinya pada swasembada pangan. Keterkaitan erat dengan kurang ketahanan pangan. Lalu gimana ngatasinnya? Impor?
Ah, ironi. Mau pembangunan berkelanjutan kok, ya, fakta soal air aja masih melambai. Ada gak TEORI kalo air tanah dan air kemasan bakalan habis stok, lalu kita semua disini bakalan perang memperebutkan air?
Sebelum itu, kenapa kita tidak berkumpul bersama, dan bermusyawarah, seperti layaknya orang Indonesia--yang katanya di buku PPKN senang bermusyawarah--untuk mengatasi semua ini? Banyak kepala, banyak ide, banyak bisa difilter dan dibenahi. Trial and error, layak dicoba daripada gak sama sekali.
Soal dana? Lebih mahal mana saat semua sumberdaya air sudah tercemar, kamu masih mempertanyakan dana?
Selasa, 21 Maret 2017
Jenis dan komponen Jurnal
A. JENIS-JENIS JURNAL
1. Jurnal yang memuat hasil penelitian
2. jurnal yang memuat kajian ilmiah (non hasil penelitian)
3. kombinasi dari nomor 1 dan nomor 2
BATANG TUBUH ARTIKEL
a) Artikel Hasil Penelitian
-. Pendahuluan (latar belakang dan perumusan masalah)
-. Metode
-. Hasil
b) Artikel Kajian Ilmiah
-. Pendahuluan (Permasalahan, Kerangka Analisis, Sub-sub judul berisi pembahasan)
-. kesimpulan
B. KOMPONEN ARTIKEL JURNAL
1. JUDUL
-. Singkat, Padat, Jelas (max 13 kata)
-. informative, specifik, Conase
-. mencerminkan substansi/variabel karangan,
-. nama penulis tanpa gelar dibawah judul
-. nama instansi asal penulis dan alamat email ditulis di bawah nama penulis
2. ABSTRAK
-. ditulis dalam bahasa inggris dan indonesia
-. satu alenia 100-120 kata
-. abstrak kajian ilmiah berisi permasalahan dan pembahasan secara substansial
-. tujuan, metode dan hasil
-. ditulis kata kunci berisi konsep -konsep penting dalam artikel
3. PENDAHULUAN
-. Latar belakang masalah/permasalahan
-. kerangka teori
-. kerangka pikir
-. hipotesis
4. METODE
-. tempat dan waktu penelitian
-. responden dan cara pemilihannya
-. teknik pengumpulan data dan isntrumen
-. teknik analisis data
5. HASIL
-. deskripsi data (statistik, visual, verbal)
-. Hasil analisis data (statistik, verbal/naratif)
6. PEMBAHASAN/DISKUSI
-. memperkuat jika hasil analisis sesuai dengan hipotesis
-. mencari kemungkinan alasan, rasional jawaban jika hipotesis tidak terbukti
7. KESIMPULAN
-.kesimpulan berupa naratifverbal hasil temuan penelitian
-. implikasi (jika ada)
-. saran (berdasarkan hasil temuan/simpulan)
8. UCAPAN TERIMAKASIH
-. sponsor
-. narasumber
-. responden
9. SUMBER KUTIPAN
-. pastikan materi yang dikutip sumber dicantumkan dalam isi
ekonometri
Ekonometri adalah suatu ilmu yang memanfaatkan metematika dan teori statistik dalam mencari nilai parameter dari pada hubungan ekonomi sebagaimana didalilkan oleh teori ekonomi. Karenanya, dalam praktek, ekonometri mencampurkan teori ekonomi dengan matematika dan teori statistik. Yang perlu diingat bahwa matematika dan teori statistik hanya merupakan alat bantu dalam melakukan analisis ekonometri yang pada hakekatnya lebih merupakan analisis ekonomi.
Senin, 26 Desember 2016
GURU GEOGRAFI IDEAL (Drs. Djaljoeni)
1. Dia memiliki perhatian cukup banyak pada permasalahan manusia.
2. Dia memiliki kemampuan menemukan sendiri faktor-faktor lokatif, pola-pola regional dan interelasi keruangan yang terkandung oleh, ataupun tersembunyi di belakang gejala-gejala sosial.
3. Dia suka dan mampu mengadakan observasi pribadi di lapangan.
4. Dia secara sederhana dapat mensintesakan data-data yang berasal dari berbagai sumber.
5. Ia mampu membedakan serta memisahkan kausalitas yang sungguh, dari hal-hal yang sifatnya hanya kebetulan belaka.
Jika belum timbul, atau belum dimiliki oleh guru geografi, masih dapat dibangkitkan, dibimbing dan disempurnakan. Caranya: banyak membaca buku-buku tuntunan pengajaran geografi, membentuk kelompok studi antar guru geografi, memperhatikan wilayahnya sendiri dari segi geografis dengan bantuan berbagai dinas dan jawatan setempat. Hanyalah dengan guru geografi yang ideal dapat menjamin pemberian pengajaran yang lebih kausal daripada kausal, artinya yang lebih berfungsi merelasikan manusia dengan lingkungan daripada yang sekedar menghafalkan data dan fakta.
Sumber: PENGANTAR GEOGRAFI untuk Mahasiswa dan Guru Sekolah (1982).
Rabu, 30 November 2016
Kalung tasbih berlafadz Allah dari Korea
tidak boleh menggunakan perhiasan emas yang bertuliskan lafaz Allah. http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/14/03/09/n24sg3-bolehkah-memakai-perhiasan-berlafaz-allah
Al Aswad Luxima.
Baru liat di elshinta TV.
Buset, buat bedain islam sm nasrani pake2 ginian...ngapain juga nyerupain org2 kafir?
Ada yg meragukan
1. Produk dari korea. Korea terkenal dg masyarakatnya yg mengutamakan covet spt kecantikan dan byk dr mrk cenderung keduniawian, mrk mayoritas bkn islam.. D tengah masy spt itu apa valid produk2 yg mengatasnamakan islam?
2. Lafadz Allah tdk boleh diukir di emas atau barang produk emas
3. Termasuk ta'mimah yang jika dipakai pemakainya sudah syirik. Bukankah itu dosa terbesar seorang muslim?
Apakah ini indikator kerusakan di muka bumi? Saya rasa kalo ga nulis lafazh Allah gpp. Tapi kalau utk dipakai, menggantungkan diri kpd selain Allah...saya rasa haram. menulis lafazh Nya di tempat spt itu bagaikan jimat.
Kasihan sekali orang2 islam yang kurang berilmu agama, seharusnya kita yang tau memperingatkan dg perbuatan, perkataan, dan doa.
Bayangkan saja, kalo mrk pakai batu berlafazh itu pas kamar mandi??? Masya Allah!!
Senin, 28 November 2016
Senin, 21 November 2016
Osasir si pembersih ajaib kamar mandi
Membersihkan Secara Instan Dinding Bak Kamar Mandi Dengan Osasir
Kota tempat tinggalku sementara ini merupakan wilayah yang mempunyai air dengan kandungan mineral tinggi teruma kandungan partikel besi yang tinggi. Kandungan ion besi (Fe) pada air menyebabkan air berwarna coklat (kadang-kadang seperti air teh) tapi tak jarang pula airnya berwarna bening. Air sumur/air tanah dengan ion besi menimbulkan noda-noda pada peralatan dan bahan-bahan yang berwarna putih, kadang menimbulkan bau karat pada air, dinding bak kamar mandi kotor dan susah dihilangkan.
Pengalaman pribadi saya sendiri, tingginya kandungan ion besi yang tinggi membuat bak+lantai kamar mandi menjadi berkerak dengan warna kecoklatan. Berbagai merk pembersih lantai sudah saya gunakan tapi hasilnya tidak maksimal (bikin jengkel banget). Suatu hari saya diberi 1 sendok bubuk ajaib oleh tetangga saya, dia bilang bubuk itu ampuh dibanding semua merk pembersih .
Karena penasaran saya coba, Alhasil tanpa menunggu lama,sekali oles langsung bekerja, kotoran pada bak mandi yang sudah berkerak itu luntur oleh "bubuk ajaib".. WOW.... :D
Ternyata nama bubuk ajaib itu osasir. Cukup dengan pergi ke toko bahan bangunan plus uang cuma Rp.7.500,- saya bisa memakai osasir untuk penggunaan selama 6 bulan lebih (pengurasan bak mandi sebanyak 2/seminggu). murah meriah.
Osasir (Oksalad acid) adalah bahan berbentuk tepung putih rasanya pahit, berbahaya jika tertelan(diminum), karena beracun. Osasir bisa digunakan untuk menjernihkan air, tetapi untuk mandi dan mencuci saja. Osasir bisa juga digunakan untuk merontokkan kotoran dan lumut, tanpa menunggu 5 menit.
Cara membersihkan bak mandi :
1. Pakailah sarung tangan karet (bagi kulit sensitif)
2. Ambil osasir secukupnya lalu gosok ke dinding bak mandi
3. Bilas dengan air bersih
4. bak mandi siap di gunakan
